Selasa, 25 November 2025

Tugas Mandiri 05

1. Identifikasi Produk

Nama produk: Kaos berbahan katun
Fungsi utama: Dipakai untuk menutup tubuh dan menunjang kenyamanan sehari-hari
Perkiraan masa pakai: Sekitar 1–3 tahun tergantung intensitas pemakaian dan perawatan

2. Fase-Fase Siklus Hidup Produk (Pakaian)

a. Ekstraksi bahan baku

Bahan dasar kaos berupa kapas yang berasal dari tanaman kapas. Proses awal meliputi penanaman, penyiraman, pemanenan, dan pemisahan serat kapas dari bijinya. Pada beberapa jenis pakaian, bahan sintetis seperti poliester juga dapat digunakan, berasal dari pemrosesan minyak bumi.

b. Proses produksi

Serat kapas dipintal menjadi benang, kemudian ditenun atau dirajut menjadi kain. Setelah itu kain melewati proses pewarnaan, pemotongan pola, dan perakitan melalui penjahitan. Pada tahap ini kualitas pakaian dan desain akhirnya ditentukan.

c. Distribusi dan transportasi

Kaos yang sudah selesai dibuat dikirim dari pabrik ke gudang, toko ritel, atau langsung ke konsumen melalui pengiriman online. Jarak distribusi dapat berbeda-beda, terutama jika produk diproduksi di luar negeri.

d. Penggunaan oleh konsumen

Konsumen memakai kaos dalam aktivitas sehari-hari. Proses perawatan seperti pencucian, pengeringan, dan penyetrikaan juga termasuk pada tahap penggunaan, karena memerlukan energi dan air.

e. Pengelolaan limbah atau akhir masa pakai

Ketika kaos sudah rusak atau tidak dipakai lagi, biasanya dibuang ke tempat sampah, disumbangkan, atau dijadikan kain lap. Sebagian kecil pakaian dapat didaur ulang, namun tingkat daur ulang tekstil masih rendah.

3. Analisis Potensi Dampak Lingkungan

Ekstraksi bahan baku

Budidaya kapas membutuhkan banyak air, pestisida, dan lahan. Penggunaan bahan kimia dapat mencemari tanah dan air. Jika bahan poliester digunakan, dampaknya terkait penggunaan energi tinggi dan emisi dari industri petrokimia.

Proses produksi

Tahap pewarnaan dan pencucian kain memakai banyak air dan menghasilkan limbah cair kimia. Energi listrik dan panas juga dipakai selama pemintalan, penenunan, serta penjahitan, sehingga menambah emisi gas rumah kaca.

Distribusi

Transportasi menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi CO₂. Produk impor biasanya memiliki jejak karbon lebih besar akibat jarak pengiriman yang jauh.

Penggunaan

Pencucian pakaian secara rutin membutuhkan air, deterjen, dan listrik. Penyetrikaan juga menambah konsumsi energi. Jika pakaian berbahan poliester, mikroplastik dapat terlepas saat dicuci.

Akhir masa pakai

Sebagian besar pakaian berakhir di tempat pembuangan akhir karena fasilitas daur ulang tekstil terbatas. Pakaian sintetis membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, sementara pakaian katun tetap menghasilkan limbah padat.

4. Refleksi Pribadi

Dari hasil pengamatan ini, saya cukup terkejut melihat bahwa pakaian yang tampaknya sederhana ternyata memiliki jejak lingkungan yang cukup besar sejak dari tahap penanaman kapas hingga akhirnya dibuang. Selama ini saya hanya memikirkan manfaat pakaiannya saja, tanpa menyadari betapa banyak air, energi, dan bahan kimia yang dibutuhkan untuk memproduksinya. Proses pewarnaan tekstil dan aktivitas pencucian rutin di rumah ternyata juga memberi kontribusi pada pencemaran air dan peningkatan konsumsi energi, sesuatu yang sebelumnya jarang saya perhatikan.

Agar lebih ramah lingkungan, pakaian sebenarnya bisa didesain ulang menggunakan bahan yang membutuhkan lebih sedikit air, seperti kapas organik atau serat daur ulang. Selain itu, produsen dapat menerapkan proses produksi yang lebih efisien, misalnya teknologi pewarnaan tanpa air atau penggunaan energi terbarukan di pabrik. Peningkatan sistem daur ulang tekstil juga sangat penting agar pakaian lama tidak langsung berakhir sebagai sampah.

Sebagai konsumen, saya memiliki peran besar dalam memperpanjang masa pakai pakaian, seperti dengan merawatnya dengan baik, tidak membeli secara berlebihan, serta memilih produk yang lebih berkelanjutan. Saya juga bisa memanfaatkan pakaian lama sebagai bahan daur ulang atau menyumbangkannya agar tetap digunakan. Dengan langkah sederhana ini, dampak lingkungan dari siklus hidup pakaian dapat dikurangi secara nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tugas Mandiri 12

Persiapan dan Pemilihan Lokasi Pengamatan dilakukan di kantin kampus karena kantin merupakan pusat aktivitas konsumsi harian mahasiswa, khus...